Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis video pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi dengan menggunakan concurrent mixed methods yang mengkombinasikan metode kuantitatif dan metode kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan Posttest OnlyControl Designsementara penelitian kualitatif menggunakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 524 siswa dari seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tabanan. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling dilakukan setelah diuji kesetaraannya. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji ANAVA Dua Jalur. Data kualitatif diperoleh dengan menggunakan angket, wawancara semi terbuka, dan lembar observasi. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa: Blended learning berbasis video pembelajaran berpengaruh positif karena dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran blended learning berbasis video pembelajaran lebih tinggi dari kemampuan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa setelah belajar dengan blended learning berbasis video pembelajaran siswa menjadi: semangat dan lebih termotivasi dalam menyelesaikan permasalahan matematika; lebih mandiri dan lebih berani mengemukakan pendapat atau kesulitannya saat belajar dalam diskusi secara online.