NILAI-NILAI BUDAYA DALAM SASTRA TRADISIONAL BALI
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam sastra tradisional Bali.
Objek penelitian ini adalah Geguritan Dreman. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif
sekaligus termasuk penelitian sastra. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dengan teknik
catat. Data dianalisis dengan metode hermeniutika dan verstehen, selanjutnya disajikan secara
deskriptif dengan teknik induktif deduktif. Hasil penelitiannya, adalah nilai-nilai budaya yang
terkandung dalam Geguritan Dreman meliputi: (1) nilai agama (Agama Hindu), (2) nilai sosial, dan
(3) nilai kesetiaan. Nilai agama, meliputi tatwa, etika, dan upacara. Dari Tatwanya, Geguritan
Dreman mencerminkan ajaran Panca Sradha. Dari etikanya, ditekankan pada tingkah laku yang
baik dan mulia yang selaras dengan ketentuan dharma maupun yadnya, dengan tolok ukur ajaran
trikaya parisuda. Dari upacara, ada cerminan pelaksanaan dari yadnya, yakni dengan penggunaan
sarana, seperti bunga, api, air dalam pemujaan merupakan perwujudan dari upakara dan ada
cerminan hari suci Purnama Kapat. Nilai sosial, Geguritan Dreman mencerminkan nilai ikhlas,
toleran dan pemaaf, bersikap persaudaraan, terbuka, dan lemah lembut. Nilai kesetiaan di sini lebih
mengarah pada keteguhan hati, ketaatan dan kepatuhan. Penekanan kesetiaan di sini adalah
kesetiaan terhadap “janji” dalam menjalankan kehidupan ini, yang disebut dengan “satia”.
Keywords
nilai budaya, sastra tradisional, Bali