Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERPEN SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 PENEBEL

Abstract

mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen melalui penerapan model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pada penelitian
ini, model PTK yang digunakan yaitu model yang dikembangkan oleh Riel (2007) yang membagi
proses penelitian tindakan menjadi tahap-tahap: (1) studi dan perencanaan; (2) pengambilan tindakan;
(3) pengumpulan dan analisis kejadian; (3) refleksi. Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2
Penebel dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif
dalam meningkatkan kemampuan siswa. Pada siklus pertama, siswa masih mengalami kesulitan dalam
mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik. Namun, setelah melalui perbaikan pada siklus kedua, seperti
penyempurnaan media pembelajaran dan peningkatan kualitas diskusi kelompok, kemampuan siswa
meningkat secara signifikan. Peningkatan ini didukung oleh teori konstruktivisme dan sosiokultural yang
menekankan pentingnya pembelajaran aktif, kolaborasi, dan penggunaan media yang relevan. Implikasi
dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan
memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Keywords

Problem Based Learning, unsur intrinsik cerpen, siswa SD

pdf

References

  1. Anatasya, D., Yanti, F. W., Mellenia, R., Angreska,
  2. R., Putri, S., Kuntarto, E., & Noviyanti, S.
  3. (2007). Pembelajaran bahasa Indonesia di
  4. sekolah dasar. Jurnal Kajian Kebahasaan, 1-9.
  5. Arends, R. I. (2012). Learning to Teach. McGrawHill Education.
  6. Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran
  7. Kontekstual (Contextual Teaching and
  8. Learning). Yogyakarta: Gava Media.
  9. Oktaviani, R. E. (2021). Prinsip-Prinsip
  10. Pembelajaran Bahasa Indonesia Sd/Mi.
  11. PENTAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa
  12. dan Sastra Indonesia, 7(1), 1-9.
  13. Paivio, A. (1986). Mental Representations: A Dual
  14. Coding Approach. Oxford University Press.
  15. Piaget, J. (1972). The Principles of Genetic
  16. Epistemology. Routledge.
  17. Pratiwi, D. (2016). Faktor Penyebab Kesulitan
  18. Siswa SD dalam Memahami Sastra. Jurnal
  19. Ilmu Pendidikan, 18(3), 113-120.
  20. Ratnasari, S. (2018). Kesulitan Siswa dalam
  21. Memahami Teks Sastra di Sekolah Dasar.
  22. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 23-30.
  23. Riel, M. (2007). A Framework for Planning,
  24. Implementing, and Evaluating Classroom
  25. Action Research. Sage Publications.
  26. Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran
  27. di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada
  28. Media Group.
  29. Tan, O. S. (2003). Problem-Based Learning
  30. Innovation: Using Problems to Power
  31. Learning in the 21st Century. Thomson
  32. Learning.
  33. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The
  34. Development of Higher Psychological
  35. Processes. Harvard University Press.
  36. Wardani, I. G. A. K., & Wahyuni, S. (2017).
  37. Analisis Pemahaman Sastra pada Siswa
  38. Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan
  39. Sastra Indonesia, 5(1), 55-62.
  40. Gagne, R. M. (1985). The Conditions of Learning
  41. and Theory of Instruction. Holt, Rinehart, and
  42. Winston.
  43. Slavin, R. E. (2006). Educational Psychology:
  44. Theory and Practice. Pearson.

Downloads

Download data is not yet available.