Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menerapkan pendidikan modern di IKIP Saraswati Tabanan. Transformasi pendidikan menuju digital dan hibrida telah memberikan dampak signifikan pada proses pembelajaran, baik dari segi teknologi, infrastruktur, metodologi, maupun aspek psikologis dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 60 mahasiswa aktif semester 3-8 sebagai responden. Kuesioner skala Likert digunakan untuk mengukur lima dimensi tantangan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan akses dan infrastruktur mendapat skor tertinggi (4,1), diikuti oleh teknologi pembelajaran (3,8), aspek psikologis dan sosial (3,7), dan metodologi pembelajaran (3,6). Temuan utama meliputi kesulitan beradaptasi dengan platform digital (48%), keterbatasan perangkat (63%), biaya internet yang memberatkan (50%), koneksi internet yang tidak stabil (45%), dan penurunan pemahaman materi (45%). Selain tantangan, mahasiswa juga menunjukkan strategi adaptasi seperti membentuk kelompok belajar daring (42%), memanfaatkan sumber belajar digital (67%), meningkatkan intensitas komunikasi dengan dosen melalui media digital (48%), dan mengembangkan jadwal belajar mandiri (51%). Studi ini merekomendasikan penguatan infrastruktur, pelatihan literasi digital, implementasi model pembelajaran hibrida, dan penyediaan dukungan psikososial untuk mendukung transisi yang efektif dan inklusif menuju pendidikan modern.














