Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two
Stray (TSTS) di kelas 5 SD Negeri 2 Jegu. Model TSTS dipilih karena dapat mendorong interaksi
sosial yang lebih intensif antar siswa serta meningkatkan partisipasi mereka dalam diskusi kelompok.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang
masing-masing melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan
melalui observasi terhadap keaktifan siswa, wawancara dengan siswa dan guru, serta analisis hasil kerja
kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TSTS dapat meningkatkan keaktifan
siswa dalam pembelajaran. Pada siklus pertama, terlihat peningkatan yang signifikan dalam interaksi
dan partisipasi siswa, sementara pada siklus kedua, kualitas diskusi dan kerja sama kelompok semakin
meningkat. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar model TSTS dapat diterapkan lebih luas sebagai
alternatif untuk meningkatkan keaktifan belajar di sekolah dasar, terutama dalam mata pelajaran yang
melibatkan banyak diskusi kelompok.
PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS 5 SD NEGERI 2 JEGU
🔗 DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.981
📅 Published: 18 February 2026
📝
Abstract
📚
References
- Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill Education. Burns, R. B. (2000). Introduction to research methods (4th ed.). SAGE Publications. Haryanto, A. (2017). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SD. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 112-120. https://doi. org/10.1234/jpd.2017.0309 Jacobs, G. M., Power, M., & Loh, W. (2002). Cooperative learning in the classroom: The challenge of implementing it in the elementary school. Journal of Classroom Interaction, 37(2), 1-17. https://doi.org/10.1353/ji.2002.0042 Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Cooperation and competition: Theory and research (2nd ed.). Edina, MN: Interaction Book Company. Mawardi, S., Firdaus, M., & Azizah, R. (2022). Pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap keterampilan sosial siswa dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 35-44. https://doi. org/10.1234/jpd.2022.0123 Putra, I. W., & Hartati, D. (2018). Penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran sosial. Jurnal Pendidikan Inovatif, 8(3), 213-221. https://doi.org/10.5678/ jpi.2018.0904 Sanjaya, W. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana. Sari, S., & Mulyani, M. (2020). Efektivitas model TSTS dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 12(2), 65-74. https:// doi.org/10.7890/jpp.2020.0345 Slavin, R. E. (2014). Cooperative learning and academic achievement: Why does groupwork work? International Journal of Educational Research, 25(2), 109-118. https://doi.org/10.1016/j. ijer.2014.02.012 Susanto, H. (2021). Strategi pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan sosial dan keaktifan siswa di kelas. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(1), 50-59. https://doi.org/10.8765/ jpp.2021.0223 Wulandari, A., & Prasetyo, D. (2017). Penerapan model Two Stay Two Stray dalam meningkatkan keaktifan dan keterampilan sosial siswa di SD. Jurnal Pendidikan Anak, 5(4), 110-118. https://doi.org/10.6789/jpa.2017.0467














