Ciri utama pembelajaran berbasis masalah, yaitu pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerja sama, serta menghasilkan karya dan peragaan. Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada siswa melainkan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah, mempelajari peranan orangtua dewasa yang autentik, dan memjadi pembelajar yang mandiri. Dari hasil pengolahan data, diperoleh nilai rata-rata dari evaluasi nilai (siklus) I yaitu 75 meningkat pada nilai (siklus) II menjadi 85 dan daya serap belajar siswa meningkat dari 75% pada nilai (siklus) I menjadi 85% pada nilai (siklus) II. Demikian pula dalam proses pembelajaran,presentase siswa menjadi sangat baik. Hal ini berarti prestasi yang dicapai siswa sangat baik atau optimal. Jadi dapat di katakan: “Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Siswa Kelas VII f SMP NEGERI 2 TABANAN Tahun Pelajaran 2020/2021”