Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PEMEROLEHAN KOSAKATA MELALUI PEMANFAATAN DONGENG BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 4 - 6 TAHUN

🔗 DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.859 📅 Published: 19 December 2025
📝

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan kosakata anak usia 4 - 6 tahun melalui pemanfaatan dongeng, dengan fokus pada aspek utama yaitu kosakata. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dasar teori interaksionis dari Vygotsky. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap dua belas anak usia 4 - 6 tahun di lingkungan pendidikan anak usia dini tepatnya di Kiddos Smart Learning Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dongeng berperan penting dalam memperkaya kosakata anak, terutama kosakata kerja, kosakata sifat, kosakata benda dan konsep emosional maupun sosial. Berdasarkan teori Vygotsky, dongeng berfungsi sebagai alat mediasi yang membantu anak berada dalam Zone of Proximal Development (ZPD), di mana interaksi sosial dengan pendidik atau orang dewasa mempercepat perkembangan linguistik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan dongeng sebagai metode pembelajaran bahasa yang menyenangkan, reflektif, dan bermakna untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara alami dan kontekstual.

 

 

ABSTRACT

This study aims to describe the vocabulary acquisition of children aged 4 - 6 years through the use of folktale, with a focus on vocabulary acquisition as the primary aspect. A qualitative descriptive approach was used, grounded in Vygotsky’s interactionist theory. Data were collected through observation and interviews involving twelve children aged 4 - 6 years at an early childhood education center, specifically at Kiddos Smart Learning Center. The findings indicate that folktale plays a significant role in enriching children's vocabulary, particularly action words/ verbs, adjectives, nouns and emotional as well as social concepts. Based on Vygotsky’s theory, storytelling functions as a mediational tool that helps children operate within the Zone of Proximal Development (ZPD), where social interaction with educators or adults accelerates linguistic development. This study recommends storytelling as a fun, reflective, and meaningful language learning method to support children's natural and contextual language development.

 

📚

References

  1. Andi Yuda. (2007). Cara Pintar Mendongeng. Bandung: Cetakan 1.
  2. Aqila.S. (2015). Kumpulan Dongeng Dunia Seri:Binatang. Jakarta: Kawah Media.
  3. Ardiana dan Sodiq. (2000). Psikolinguistik. Jakarta: universitas terbuka.
  4. Azkiya, Isnirwati. ((2016)). Pengaruh Mendengarkan Dongeng Terhadap Kemampuan .
  5. Bettelheim, B. (1976). The Uses of Enchantment: The Meaning and Importance of Fairy Tales. Ney York: Knopf.
  6. Clark, E.V. (2003). First Language Acquisition. Cambridge University .
  7. Danadjaja, J. (2007). Kumpulan Cerita Rakyat dari Berbagai Daerah di Indonesia. Indonesia: Grasindo.
  8. Dardjowidjojo, Soenjono. (2003). Pengantar Pemahaman Bahasa . Indonesia.
  9. Dardjowidjojo, Soenjono. (2010). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa manusia . Indonesia: Yayasan Obor Indonesia.
  10. Ericson, EH. (1963). Chidhood and Society . New York : Norton .
  11. Gerianto, A. ((2022)). Pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua anak usia 4–5 tahun di Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja. Tinjauan psikolinguistik. Universitas Hasanuddin.
  12. Hana, J. (2011). Terapi Kecerdasan Anak Dengan Dongeng . Yogyakarta: Berlian Media .
  13. Kridalaksana. H. (1982). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia . Indonesia: PT Gramedia.
  14. Krippendoff, Klaus . (1993). Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi. Jakarta: Citra Niaga.
  15. Lamuningtyas, Y.A. (2012). Pemberian dongeng untuk meningkatkan kemampuan Bahasa pada anak usia prasekolah. Malang : Universitas Muhamadyah Malang .
  16. Madyawati, Lilis . (2016). Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak. Jakarta: Prenada.
  17. Martatanti. (2019). Pemerolehan Bahasa dan Pembentukan Karakter Melalui Stimulus Dongeng Rakyat Pada Anak Usia 3-5 tahun di PAUD Nurul Iman Karangpandan Karanganyar. Universitas Sebelas Maret.
  18. Mayberry. (, 2013). Critical Period Effects in Second Language Learning: The Influence of Maturational State on the Acquisition of American Sign Language. Cognitive Psychology, 67(2), pp.126-147.
  19. Moloeng, L.J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda.
  20. Otto, Beverly . (2015). Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini . Jakarta: Prenada Pateda.
  21. Piaget . (The Moral Judgement of The Child). 1962.
  22. Poerwadarminta, W.J.S. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  23. Poerwadarminta, W.J.S. . (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia . Balai Pustaka: Jakarta.
  24. Priyono, K. (. (2001). Terampil Mendongeng. Jakarta: PT Grasindo .
  25. Prof. Dr. Subyantoro. (2020). Teori Pemerolehan Bahasa Pengantar Memahami Pemerolehan Bahasa Anak . Yogyakarta: CV Mahata (Magna Raharja Tama.
  26. Tarigan . (1988). Pengajaran Pemerolehan Bahasa . Bandung : Angkasa.
  27. Tarigan, Henry. (2011). Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung : Angkas .
  28. Vygotsky, L.S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
  29. Vygotsky, L.S. (1986). Thought and Language . MIT Press.
📊

Metrics & Statistics

👁️ Views: 49 📥 Downloads: 43
🏷️

Keywords

#Pemerolehan bahasa, dongeng, anak usia dini, kosakata.
📈

Usage Chart

Downloads

Download data is not yet available.