Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai bentuk-bentuk pariwisata yang dikembangkan oleh Subak Piak. Selain itu juga untuk memahami peran subak sebagai media pembelajaran tentang budaya agraris bagi masyarakat. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatam menggunakan metode eksploratif dan etnografi kritis untuk memehami kondisi sosial budaya masyarkat terkait dengan keberadaan Subak Piak yang ada di Desa Wangaya Gede-Tabanan.. Berdasarkan penelitian yang di lakukan menemukan bahwa keberadaan Subak Piak tidak saja berfungsi sebagai media bagi masyarakat untuk memahami budaya agraris dalam pengelolaan tanah pertanian secara tradisional sesuai dengan filosofi trihita karana.. Selain itu, dalam era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi terutama media sosial, menyebabkan subak piak semakin dikenal luas oleh masyarakat sehingga menjadi destinasi wisata baru baik dikalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.
EKSISTENSI SUBAK PIAK SEBAGAI DESTINASI WISATA DAN MEDIA PEMBELAJARAN BUDAYA AGRARIS DI DESA WONGAYA GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN
π DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.871
π
Published: December 20, 2025
π
Abstrak
π
Referensi
- Anderson, B.1989. Komunitas-Komunitas Terbayang. Jakarta: Insist.
- Dinas Kebudayaan Prop. Bali. (1999). Buku Petunjuk Prajuru Subak dan Sri Purana Tatwa. Denpasar. Kaler Surata, Sang Putu. (2013). Lanskap Budaya Subak. Denpasar: Mahasaraswati Press.
- Moleong,Lexy. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rosda. Mulyati, N. M. D. (2019). Eksistensi Ritual Subak sebagai Representasi Kearifan Lokal Masyarakat Bali. Jantra: Jurnal Sejarah dan Budaya, 14(1), 15β25.
- Sudiardini, Gusti Ayu (2000). Analisa Komparatif tentang Tri Hita Karana Dalam Membina Kerukunan
- Beragamaβ. Tabanan: IKIP Saraswati. Surpa, I Wayan. Eksistensi Desa Adat Di Bali. Denpasar: Upada Sastra.
- Suryawan, Nyoman. 2016. Pluralitas dan Praktek Multikulturalisme. Denpasar : Swasta Nulus.
- UNESCO. (2012). Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy. https://whc.unesco.org/en/list/1194














