Penelitian ini bertujuan: 1) Bagaimanakah upaya guru PKn dalam membentuk perilaku tolong menolong dan perilaku tanpa pamrih siswa kelas VIII H di SMP Negeri 2 Tabanan. Maka dapat peneliti katakan bahwa keadaan filantopi (kedermawanan sosial) siswa kelas VIII H SMP Negeri 2 Tabanan? Jenis penelitian ini adalah Adapun Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian deskriftif kualitatif yaitu uraian naratif mengenai suatu proses tingkah laku subjek sesuai dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field research) karena penelitin dalam hal ini terjun lansung ke lapangan atau objek peneliti guna mendapat data-data yang valid dan presentatif. Maka dapat penulis simpulkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian field research atau penelitian lapangan dengan peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada fenomena di lapangan. Sedangkan jenis penelitian yang dilakukan deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan temuan peneliti di lapangan berupa kata-kata maupun kalimat. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Upaya yang dilakukan dalam membentuk perilaku filantropi siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Tabanan melalui pembelajaran PKn diantaranya adalah: Guru PKn membuat perencanaan dengan menyesuaikan RPP dan Silabus yang ada, (2) Guru PKn melakukan koordinasi dan konsultasi dengan wali kelas, waka kurikulum, dan kepala sekolah untuk melakukan pengembangan Silabus yang ditujukan untuk meningkatkan perilaku kepedulian sosial pada siswa, kemudian mencari cari jalan keluar untuk mengatasinya. Sedangkan kegagalan yang dialami,dapat digantikan dengan cara ataupun metode yang lain. Faktor pendukung dari upaya guru PKn dalam menanmkan perilaku filantropi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Tabanan adalah adanya dukungan dan kerjasama antara guru PKn dengan kepala sekolah, waka kurikulum, dan wali kelas dalam menanamkan perilaku filantropi pada siswa. Sedangkan faktor yang menjadi penghambat guru PKn kelas VIII dalam menanmkan perilaku filantropi siswa adalah keterbatasan sarana prasaran yang mendukung, menjadikan guru hanya dapat menyampaikan metode yang monoton, dan media yang tidak berfariatif yaitu spidol dan papan tulis, sehingga menimbulkan perasaan bosan pada siswa