Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

MENYAMA BRAYA : REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL BALI DALAM PEMERTAHANAN PERSATUAN BANGSA

📅 Published: 7 January 2020
📝

Abstract

Kajian pustaka kritis ini, bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai menyama braya
sebagai salah satu nilai kearifan lokal Bali dalam pemertahanan persatuan bangsa.
Perkembangan Ipteks, dinamika masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik,
budaya dan pertahanan keamanan menjadikan varian kepentingan manusia dan bangsa
semakin kompleks. Apalagi ada sifat egoistis, dan permainan kapitalis cenderung mudah
menimbulkan prasangka, konflik, bahkan perpecahan. Akar permasalahannya, diduga
nilai-nilai persatuan dan nasionalisme yang terkandung dalam nilai-nilai kearifan lokal
termarjinalkan. Oleh karena itu, aset budaya yang dimiliki oleh bangsa atau komunitas
budaya, seperti kearifan lokal Bali mesti dibina, dikembangkan dan dilestarikan.
Pemertahanan keutuhan dan persatuan bangsa, belum cukup jika dilakukan dengan
membuat regulasi, serta melakukan pemertahanan ideologi, sosial-ekonomi, politik, dan
keamanan. Akan tetapi, perlu juga dibidang budaya dengan dibangun dan dibudayakan
nilai-nilai kearifan lokal Bali: menyama braya dalam praktik kehidupan sehari-hari secara
konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian nilai-nilai persatuan dan pemertahanan
bangsa cenderung dapat diwujudnyatakan dan perlawanan terhadap model penjajahan
sekarang (soft power) akan dapat diredam bahkan dihindari.

📈

Usage Chart

Downloads (Line Chart)

Downloads

Download data is not yet available.

Views (Bar Chart)

📊

Metrics & Statistics

👁️ Views: 1301 📥 Downloads: 1465
🏷️

Keywords

#menyama braya, representasi, kearifan lokal dan pemertahanan

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.