Skip to main content
Suluh Pendidikan · Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Suluh PendidikanIKIP Saraswati

EKSISTENSI SUBAK PIAK SEBAGAI DESTINASI WISATA DAN MEDIA PEMBELAJARAN BUDAYA AGRARIS DI DESA WONGAYA GEDE, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN

DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.871 Published: 20 December 2025
Vol. 23 No. 2 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai bentuk-bentuk pariwisata yang dikembangkan oleh Subak Piak. Selain itu juga untuk memahami peran subak sebagai media pembelajaran tentang budaya agraris bagi masyarakat. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatam menggunakan metode eksploratif dan etnografi kritis untuk memehami kondisi sosial budaya masyarkat terkait dengan keberadaan Subak Piak yang ada di Desa Wangaya Gede-Tabanan.. Berdasarkan penelitian yang di lakukan menemukan bahwa keberadaan Subak Piak tidak saja berfungsi sebagai media bagi masyarakat untuk memahami budaya agraris dalam pengelolaan tanah pertanian secara tradisional sesuai dengan filosofi trihita karana.. Selain itu, dalam era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi terutama media sosial, menyebabkan subak piak semakin dikenal luas oleh masyarakat sehingga menjadi destinasi wisata baru baik dikalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

References

  1. Anderson, B.1989. Komunitas-Komunitas Terbayang. Jakarta: Insist.
  2. Dinas Kebudayaan Prop. Bali. (1999). Buku Petunjuk Prajuru Subak dan Sri Purana Tatwa. Denpasar. Kaler Surata, Sang Putu. (2013). Lanskap Budaya Subak. Denpasar: Mahasaraswati Press.
  3. Moleong,Lexy. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rosda. Mulyati, N. M. D. (2019). Eksistensi Ritual Subak sebagai Representasi Kearifan Lokal Masyarakat Bali. Jantra: Jurnal Sejarah dan Budaya, 14(1), 15–25.
  4. Sudiardini, Gusti Ayu (2000). Analisa Komparatif tentang Tri Hita Karana Dalam Membina Kerukunan
  5. Beragama”. Tabanan: IKIP Saraswati. Surpa, I Wayan. Eksistensi Desa Adat Di Bali. Denpasar: Upada Sastra.
  6. Suryawan, Nyoman. 2016. Pluralitas dan Praktek Multikulturalisme. Denpasar : Swasta Nulus.
  7. UNESCO. (2012). Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy. https://whc.unesco.org/en/list/1194

Usage Statistics

Metrics & Statistics

696 Views 170 Downloads pp. 141-150

Keywords

Subak Piak, detinasi wisata, media pembelajaran, budaya agraris

sintacertf

  • ACCREDITATION CERTIFICATE


issn

indexing

  • INDEXING

visitcounter

  • STATISTIC COUNTER

    Flag Counter

citation

  • CITATION

lokasi

  • PETA LOKASI

Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan

Similar Articles